Jumat, 04 April 2008

Plato not Prozac

RESENSI BUKU

Judul Buku : PLATO NOT PROZAC !

Pengarang : Lou Marinoff, Ph. D

Penerjemah : Kris Pangabean

Penerbit : TERAJU

Tempat Terbit : Jakarta Selatan

Tahun Terbit : 2003

Cetakan : I (Pertama)

Tebal : 398 halaman

Entah pada umur keberapa dalam sisa hidupnya, seorang Socrates dengan keyakinannya yang melambung tinggi dengan lantangnya mengatakan bahwa hidup yang bermakna memerlukan pemeriksaan filosofis. Bagi seorang Socrates, “hidup yang tidak dikaji adalah hidup yang tidak layak dihidupi”. Dalam hal ini, Socrates percaya bahwa ada khasiat tersembunyi filsafat bagi kehidupan sehari-hari. Khasiat yang ampuh bagi kehidupan manusia dalam menghadapi problematika kehidupan.Meskipun pada kenyatannya, ilmu filsafat itu terkesan abstrak.

Hidup di dunia modern seperti yang kita alami saat ini, secara mendasar tak lebih dari sebuah dunia yang paradoks. Dunia yang begitu megah dengan segala kemajuannya sekaligus pula dengan segala problematika patologis manusia. Tampa keraguan, manusia merasakan kehidupannya yang lebih mudah dan sejahtera dikarenakan kemajuan ekonomi dan tekhnologi yang terus-menerus tampa henti. Namun , pada saat yang sama, kemajuan ini pula yang menjadikan manusia tidak bahagia dan kehilangan akan makna hidupnya.

Bertolak dari kenyataan yang terjadi, serta keyakinan Socrates akan keampuhan filsafat inilah, maka seorang Lou Marinoff kemudian mencoba menyusun buku ini. “PLATO NOT PROZAC !” adalah sebuah contoh buku yang mampu membuka pemikiran kita semua, yang selama ini beranggapan bahwa filsafat adalah dunia yang mengawang-awang, rumit, dan abstrak.

Dengan gayanya yang lugas, Marinoff kemudian menjelaskan tentang banyaknya permasalahan yang dialami oleh manusia modern yang hidup saat ini.Dan untuk mengatasi semua permasalahan-permasalahan itu manusia tidaklah membutuhkan obat penenang semacam “prozac” agar membuatnya tentram. Atau paling tidak melupakan sementara problematika yang dihapainya. Namun, yang dibutuhkan sebenarnya menurut Marinoff adalah Filfsafat. Dan olehnya itulah, maka Marinoff kemudian menyebut bukunya “Plato not Prozac”.

Makna sebenarnya dari Plato not Prozac adalah, segala problematika kehidupan yang selama ini kita hadapi dapat ditangani melalui ajaran-ajaran Plato dan Filosof-filosof lainnya. Bukan dengan mengkonsumsi obat-obat penenang yang hargnya dapat mencapai ratusan bahkan jutaan Dollar.

Akan muncul banyak hal yang dapat membuat kita tercengang-cengang di saat kita membaca buku ini. Ataupun banyak hal baru yang dapat diketahui dengan kehadiran buku ini. Bagaimana filsafat dapat membantu kita dalam menangani sebuah masalah, ataupun bagaimana kedudukan filsafat di dalam hidup ini,adalah sebagian kecil dari isi buku ini yang seharusnya kita tidak lewatkan.

Singkatnya, apa yang ditekankan Marinoff, tidak lebih dari sebuah usaha untuk dapat menjadikan filsafat dapat mampu bersaing dengan psikologi sebagai ilmu terapeutis. Atau dapat dikatakan sebagai usaha untuk kembali pada semangat filsafat klasik di mana berfilsafat lebih dianggap sebagai suatu seni kehidupan.

By :

Syamsul Arief. G

PBI 4

Tidak ada komentar: